Translate

Senin, 31 Mei 2010

RAHASIA SHOLAT DAN SHODAKOH



OLEH: SAIF RIZA.SS/S.Hum.S.Pd
Suami istri akan berjalan lancar dan awet dalam menjalani rumah tangganya kalau lebih
banyak persamaan sifat dari pada perbedaannya.

Kalau Kita Mengeluh dan Berputus asa maka kecenderungan yang tertarik adalah Justru apa yang kita keluhkan yakni berupa hal yang tidak kita inginkan seperti sesuatu yang tidak enak, kesialan atau ketidak beruntungan. Tetapi kalau kita bersyukur, benar-benar menerima dengan “Ikhlas” apa apa yang diberikan oleh Allah SWT, serta bertawakal kepadanya, maka yang akan tertarik adalah kebruntungan dan dibukanya pintu nikmat, Pintu Rezeki, Pintu Hidayah, ampunan dan Segala Pintu Kemaslahatan di Dunia dan Diakhirat.

Terlepas dari semua penjelasan Ilmiah mengenai penomena ini, dimana para ahli fikir, para ilmuwan menterjemahkan fenomena The law Of Attraction / Hukum ketertarikan ini dari berbagai sudut pandangan keilmuan masing-masing dengan berbagai interpertasi yang memang masih mengundang banyak kontroversi. tetapi satu hal bahwa hukum ini kenyataannya memang berlaku demikian. Hal ini diperkuat dengan Firman allah SWT. Dalam Al-Quranul Karim Surat Ibrahim Ayat 7:

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Jika kita jeli memperhatikan ayat ini, maka ayat ini tiada lain adalah Hukum Ketertarikan itu sendiri. Jika kita menerapkan Nilai Nilai syukur dalam hidup kita seperti menerima, Tidak putus asa, tidak mengeluh tetap percaya diri dan optimis, berbaik sangka dan lain sebagainya, maka Allah akan menambahkan nikmat kepada kita dengan kata lain menarik nikmat, menarik segala kebaikan, dibukanya pintu rezeki, hidayah dan ampunan. Tetapi Jika kita Kufur terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT, seperti berburuk sangka kepada Allah, egois, mengeluh, putus asa dan segala fikiran yang tidak enak disimpan di hati, maka “sesungguhnya Azabku Sangat Pedih”, Azab adalah sesuatu yang tidak mengenakan, sesuatu yang tidak kita inginkan untuk terjadi, tetapi kita pasti menerimanya ketika kita tidak mau mensyukuri apa-apa yang telah diberikan Allah kepada kita, dengan kata lain menarik azab, menarik kesialan dan ketidak beruntungan dalam hidup kita.

Bentuk syukur Mahluk terhadap sang pencipta (Khalik) adalah hanya dengan jalan mengabdi / Ibadah kepada Allah dengan pengertian yang seluas luasnya. Oleh karena bentuk syukur itu Ibadah maka berlaku sebuah rumus :
IBADAH YANG PALING UTAMA = SYUKUR YANG PALING UTAMA

Ibadah yang paling Utama tiada lain adalah dengan Mendirikan Shalat, Yakni Melaksanakan Shalat Dengan Khusyu, Ikhlas Dan Benar Serta Menerapkan Nilai Nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Sahalat terkandung Nilai Disiplin, rendah Hati, Optimis, Fokus/Serius/Khusyu, Ikhlas, Tawakal, Sabar, tenang/Tumaninah, Teliti, Taat pada Aturan, Kejujuran, Kebersamaan, Persatuan , cinta dan kasih sayang serta seabreg nilai-nilai kebaikan lainnya. Artinya jika kita tidak menerapkan nilai-nilai Shalat dalam kehidupan sehari-hari maka bukan termasuk orang-orang yang Mendirikan Shalat! Tetapi hanya mengerjakannya saja yang tidak akan bisa memberikan manfaat apa-apa kecuali rasa cape semata. Maka pantas Mendirikan Sahalat adalah bentuk syukur yang paling Utama dan merupakan amal yang paling peratam di hisab karena Shalat adalah Induknya Ibadah yang menjadi Ruh dalam setiap ibadah yang kita lakukan.


Shalat bagaikan magnet yang sangat luar biasa dahsyatnya untuk menarik segala kesuksesan yang anda inginkan. Shalat merupakan sentralisasi Power dengan kekuatan tak terhingga yang hanya Allah yang tau karena Anugrah Allah SWT begitu sangat Besar.

Demikian Halnya dengan Shodaqoh, maka The Law Of Atraction/Hukum Ketertarikan berlaku apapun yang kita berikan jika dilakukan dengan ikhlas akan menarik segala kebaikan yang merupakan Anugrah allah SWT sebagai balasan kita Bersyukur atas nikmatnya. “Kalau Kita Melapangkan Kesusahan Orang Lain, maka Kita akan dilapangkan oleh Allah SWT”. Inilah yang menjadi sebab mengapa Shodaqoh Tidak akan membuat pelakunya rugi atau bangkrut. malah Di Balas Dengan Rezeki Yang berlipat Ganda oleh Allah SWT

Shalat dan Shodaqoh merupakan perpaduan yang sangat Serasi dan Dalam Al-Qur’an akan banyak kita temukan perpaduan Shalat dengan Shadaqoh, Infaq dan Zakat yang intinya adalah menafakahkan sebagian rezekinya di jalan Allah.
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan
menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka (Q.S. Al-baqarah
Ayat 3)
Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan
shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi
ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli
dan persahabatan(Q.S. Ibrahim Ayat 31)
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan
menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anuge- rahkan kepada mereka dengan
diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan
merugi (Q.S. Faathir Ayat 29)
(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki
yang Kami berikan kepada mereka (Q.S. Al-anfal Ayat 3)

Dan masih banyak ayat ayat bernada sejenis dalam Al-Qur’an yang memadukan Shalat dan Shodaqoh / menafakahkan sebagain rezekinya di jalan Allah. Hal ini menunjukan bahwa keduanya mempunyai kaitan yang sangat erat sekali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar